Jaringan komputer dapat diibaratkan sebagai jalanan untuk kendaraan umum. Jika hanya ada satu jalanan saja untuk semua kendaraan disuatu kota, tentu lalu lintas akan mengalami kemacetan. Oleh karena itu dibuat jalan-jalan tambahan, tol, dan bus way yang memungkinkan kendaraan mengambil jalur-jalur alternatif untuk mencapai tujuan.
Untuk membantu mencapai tujuan diperlukan peta jalan. Hal yang sama juga terjadi juga dalam jaringan komputer. Supaya suatu paket data dapat mencapai tujuannya, diperlukan suatu peralatan untuk mengatur paket-paket tersebut agar mencapai tujuannya dengan jalan yang tersingkat.
Peralatan ini dinamakan router yang kegunaan utamanya adalah untu meneruskan paket-paket dari satu LAN ke LAN lain. Supaya router dapat mengetahui bagaimana meneruskan paket-paket ke alamat yang dituju menggunakan jalur yang paling baik, router menggunakan peta atau tabel routing.
Tabel routing dapat dibuat secata static (statis) dan dynamic (dinamik)
· Static routing adalah cara pembuatan tabel routing secara manual. Static routing ini berguna untuk jaringan sederhana yang hanya menggunakan beberapa router dan juga untuk menghemat penggunaan bandwidth.
· Dynamic routing membuat suatu tabel routing secara dinamis (berubah-ubah secara otomatis) jika topologi jaringan berubah. Dynamic routing menggunakan protokol routing di dalam pembuatan tabel routing.
Membuat Static Routing
Diketahui jaringan yang ada seperti berikut:


Bagan <!–[if supportFields]> SEQ Bagan \* ARABIC <![endif]–>1<!–[if supportFields]><![endif]–> Wan
Hal-hal yang harus diketahui sebelum membuat static routing adalah mengatahui ada berapa banyak jaringan yang ada, ip class/mask yang digunakan, alamat host, serta port yang digunakan.
Menentukan Banyaknya jaringan
Bagan 1 merupakan wan yang terdiri dari 5 jaringan lokal yaitu:

|
N1 |
|
N3 |
|
N2 |
|
N4 |
|
N5 |
N=network/jaringan
1. Jaringan 1 (N1)
Terdiri dari 4 host (PC1,PC2,PC3 dan Router1(port Fa0/0))
2. Jaringan 2 (N2)
Terdiri dari 7 host (PC8 s/d PC13 dan router0(port Fa0/0))
3. Jaringan 3 (N3)
Terdiri dari 4 host (PC4,PC5,PC6 dan Router2(port Fa0/0))
4. Jaringan 4 (N4)
Terdiri dari 2 host (Router1(port Ser2/0) dan Router0(port ser2/0))
5. Jaringan 5(N5)
Terdiri dari 2 host (Router0(port Ser3/0) dan Router2(port ser2/0))
Menentukan IP class dan ip/mask host
Perhatikan tabel yang terdapa dalam file ipkonsep.pdf. dengan menggunakan tabel tersebut kita dapat menentukan ip yang digunakan tiap-tiap jaringan:
1. Jaringan 1 (N1)
Menggunakan network 192.168.1.0/29
Jumlah subnet 30
Jumlah host per subnet 6
Subnet mask 255.255.255.248
Jika memilih subnet pertama maka default gatewaynya 192.168.1.1 (Router1(port Fa0/0))
2. Jaringan 2 (N2)
Menggunakan network 192.168.2.0/28
Jumlah subnet 14
Jumlah host per subnet 14
Subnet mask 255.255.255.240
Jika memilih subnet pertama maka default gatewaynya 192.168.2.1 (Router0(port Fa0/0))
3. Jaringan 3 (N3)
Menggunakan network 192.168.3.0/29
Jumlah subnet 30
Jumlah host per subnet 6
Subnet mask 255.255.255.248
Jika memilih subnet pertama maka default gatewaynya 192.168.3.1 (Router2(port Fa0/0))
4. Jaringan 4 (N4)
Menggunakan network 192.168.4.0/30
Jumlah subnet 62
Jumlah host per subnet 2
Subnet mask 255.255.255.252
5. Jaringan 5 (N5)
Menggunakan network 192.168.5.0/30
Jumlah subnet 62
Jumlah host per subnet 2
Subnet mask 255.255.255.252
Konfigurasi Router
Istilah:
· Network destination ID adalah alamat jaringan yang ditujuan
· Subnet mask adalah subnetmask dari jaringan yang ditujuan
· Default Gate Way adalah IP adress gateway, biasanya ip address router yang terhubung langsung
· Next-Hop adalah jalan lintasan yang dilalui, biasanya antara 2 router.
Contoh: Isi tabel routing pada router 1
|
|


Download Artikel : Klik Disini
Sumber : Dari Berbagai Sumber.

