Agama Bukan Penyebab Perang

Child & Soldier

Perang bukan karena alasan agama, tetapi karena adanya distorsi pemahaman agama masing-masing ditambah dengan hawa nafsu manusia terhadap kekuasaan. Sehingga sejak zaman Nabi Adam sampai sekarang tetap terjadi perang.

Kenapa agama tidak dapat diadikan alasan ? Dalam Islam diakui beberapa nama kitab suci seperti Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur’an, atau pengikutnya selalu disebut sebagai Yahudi, Nasrani dan Islam. Dimana secara teoritis seharusnya pengikut kitab-kitab tersebut tidak akan saling bertentangan, disebabkan kitab-kitab tersebut turun dari Tuhan yang satu.

Kenapa terjadi distorsi pemahaman agama ?  Karena ada intervensi hawa nafsu manusia diluar tujuan mulia agama itu sendiri. Menurut sejarah, agama Yahudi justru di intervensi oleh pengikutnya sendiri dengan berpaling dari ajakan Musa. Nasrani di intervensi oleh Romawi sebagai negara yang kuat pada saat itu. Islam diintervensi oleh barat dengan perang dan orientalismenya.

Dalam kondisi bingung, chaos dan berpecah belah, sulit bagi suatu masyarakat menyimpulkan pesan-pesan Tuhan secara benar untuk menuju perdamaian. Akibatnya timbul fundamentalisme masing-masing agama yang tidak ada kompromi lagi. Selain perang fisik, semua media komunikasi dipakai juga  untuk propaganda dan menyudutkan lawan masing-masing untuk meraih opini sebagai alasan pembenaran.

Toleransi hanya sebatas pada meja perundingan dengan alasan win-win solution untuk kekuasaan dan sumberdaya alam. Sungguh sangat materialistis.

Akibat yang lain adalah timbul masyarakat yang apatis terhadap agama, seperti komunis yang tidak percaya terhadap agama, karena dianggap sebagai candu dan penghalang kepada kemajuan. Atau seperti artis mendiang John Lennon sebagai ikon ‘Flower Generation’ dengan lagunya ‘Imagine’ ;

Imagine there’s no heaven
It’s easy if you try
No hell below us
Above us only sky

Imagine all the people
Living for today…

Imagine there’s no countries
It isn’t hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too

Imagine all the people
Living life in peace…

Imagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man

Imagine all the people
Sharing all the world…

You may say I’m a dreamer
But I’m not the only one
I hope someday you’ll join us
And the world will live as one

Lalu apakah ada perdamaian didunia ini ? Hal tersebut kita serahkan kepada individu masing-masing. Sekedar mencari ‘suasana’yang damai, bisa saja dengan hidup menyepi digunung atau daerah yang sepi dan tidak berhubungan dengan orang lain. Yang lebih ekstrem cukup memakai narkoba untuk mencapai kedamaian sesaat.

Tidak perlu kita menunggu kedamaian setelah kita mati, karena dari pesan-pesan Tuhan baik yang tersirat maupun yang tersurat,  sudah ada petunjuk tersebut, tinggal kita mau berpikir atau tidak.

Sekali lagi agama adalah tetap jalan keluar bukan penyebab perang, manusia sebagai makhluk yang multidimensional hanya Sang Penciptanya yang tahu DOS (Disk Operating System) seperti apa yang cocok bagi umat manusia.

Peace.

Dikutip dari : goofy.blogdetik.com

Tinggalkan sebuah Komentar